Latest Entries »

*Cling*

Gita kembali… haha… yeay…. 😀 *heboh sendiri*

Nggak berasa ya blog nggak jelas ini udah 8 th. Delapan tahun mempertahankan ketidakjelasan itu nggak gampang lo… But, I did it well 😎 *nggak jelas kok bangga*

Ya bangga lah… Delapan tahun konsisten berbagi hal-hal tak jelas nan tak berguna. Itu keren…. Jadi inget cerita dibalik lahirnya si lumut ini. Mari kita flashback delapan tahun yang lalu. View full article »

Iklan

Senin. Pagi. Gerimis. Kopi. They have become a good team. So far….

Ngomong – ngomong soal motor, jadi inget si Peter. Who is Peter? Siapa juga yang lagi ngomongin motor? Hahaha…. View full article »

mahasiswa-stres-tugas-numpuk

Aku menulis lagi.

Setelah sekian lama. Hampir dua tahun tak produktif di sini. Disibukkan dengan berbagai rutinitas hidup yang butuh tanggung jawab tinggi. Menyita waktu dan perhatian. Kesibukan demi masa depan yang perlahan – lahan mulai menghapus kesenangan. Menjauhkan kita juga tentunya 🙂

Dua tahun kebelakang. Banyak yang terjadi pada seorang Gita. Banyak yang berubah darinya. Iya benar. Tambah gendut dia hahaha….

Ini point of view -nya siapa sih? Gita ngomongin Gita. -___-

Biasalah ya… Tulisan di sini memang selalu berantakan. Abaikan.

Kemarin, saya tak sengaja bertemu dengan teman lama. Teman jaman sekolah SMA dulu. Ngobrol sana-sini. Nostalgialah kita. Lebih banyak ngegosipin temen-temen lain sih alias rumpi hehe… Sampai tiba-tiba keluar pertanyaan menohok dari mulut pedasnya. View full article »

Tak Lagi Sama

*ngintip*

Assalamu’alaikum…. *memasuki beranda dengan bersahajah*

Eciyeeee…. yang lagi terpesona 😀 Apa? Siapa? Ya kamulah… iyaaa…. Kamuuuu. Readerku yang unyuuuuh… Huh… Maafkan daku yang gak sopan ini. Dateng-dateng langsung narsis ajeee… haha…

Tapi tenang. Gita yang sekarang bukanlah Gita yang dulu. Gita yang sekarang sudah sedikit sadar diri. Bukan lagi ABG. Bukan anak SMA yang selalu berharap dimaklumi tingkahnya. Anggap ini kabar gembira. Bukan tentang kulit manggis ya. Yah… Kini, gue. Eh, maksudnya saya udah 20 tahun. Ehem… Saya sedang mencoba menjadi pribadi yang lebih… hmmm… Bisa dibilang lebih dewasa lah. Kita mulai dengan mengganti gaya bicara. Tidak ada kata “gue” lagi. Agak kaku memang, tapi tidak mengurangi keakraban kita kok. Percaya deh. Ini memang tak lagi sama, tapi tidak ada yang berubah dari seorang Gita. Saya tetap seorang profesional daydreamer. Coffee addict yang suka juga dengan susu coklat. Ngobrol tentang hal nggak penting. Nggak bisa hidup sendiri. Dan yang terpenting saya tetap seorang Gita yang berharap curhatanya didengar. Eh, dibaca mungkin lebih pas. Iya. Gita yang berharap curhatannya dibaca. Oke… Lupakan tentang Gita. Sekarang…. ngomong-ngomong tentang tak lagi sama. Ada banyak hal yang tak lagi sama dalam hidup saya dulu dan sekarang. Persahabatan. Kali ini saya ingin curhat tentang sahabat-sahabat saya yang tak lagi sama. Tapi, mereka tidak berubah. — Cekidooooot— View full article »

Asalamu’alaikum ^_^ (pasang wajah santun)

Gue kembali. Kembali nyampah di blog usang ini. Bad day… Iya, gue kembali mengalami “Bad Day”.

Jadi, ceritanya hari adalah hari buruk buat gue. Atau bahasa kerennya Today was a bad day. Kenapa?

—– Check this out —– View full article »

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………………….

Berminggu-minggu ku tak bercerita padamu.

Berminggu-minggu kusimpan suka dukaku.

Berminggu-minggu pula hidup terasa sepi tanpamu.

Oooooohhhh…. blogku 🙂

Gilaaaaa….. gue kangen banget sama blog jelek tak unyu ini. Apa? Kalian? Iya… Sama kalian juga deh…. Aku rindu kalian para pembaca yang unyu gilak.

Hhhhmmmm…. hari ini gue mau cerita apa ya? Aha…. Gimana kalo tentang kisah sedih di hari kamis. Ini mungkin sedikit tabu, tapi ini layak untuk gue share ke loe loe semua.

Jadi, gini ceritanya. View full article »

Kotak kecil berdebu, 2009-2010

Aktivitas mulai menyita waktuku. Tanpa kusadari itu membuatku lupa padamu teman. Namun, segera kusadar kembali saat tak sengaja kubuka kotak kecil itu. Kotak yang kini penuh debu. Kotak yang kita isi bersama dulu. Kotak yang kita pilih sendiri warnanya. Kotak dimana tawa kita  tertata rapi. Kotak yang juga pernah membuat kita tak saling menyapa.

Kukenang kembali apa saja isi kotak itu. Kutemukan satu persatu namamu teman. Seketika air mata ini ingin berontak dari persembunyiannya. Entah kenapa… Aku tak tahu. View full article »

Salju…

Hoaaaammmm…..

Hujan-hujan gini, paling enak emang berngulet ria di kasur. (pas gue bikin tulisan ini, di rumah gue lagi hujan)

Tapi, kalo cuma sekedar ngulet, apa manfaatnya? Secara ya, gue mahasiswa aktif nan produktif. Gak bisa tuh namanya nganggur. So, gue hilangkan ngulet dari list aktivitas gue siang itu. eh, sore itu. Siang apa sore ya? Ah, nggak penting. Pokoknya gue nggak jadi ngulet-ngulet di kasur lah. Titik.

Gue buka laptop. Maksud hati sih mau ngerjakan tugas. Eh, nggak sengaja kepencet icon bunder merah alias opera. Eh, nggak sengaja lagi buka FB. Ops…. onlen deh…. Ya, yang pengen gue bagi dari cerita singkat kekhilafan gue adalah. Hidup itu bukan sejajar dengan godaan, melainkan hidup itu berimpitan dengan godaan. Yups,bener!!! Berimpitan artinya tak ada jarak diantara keduanya. Semua bergantung bagaimana kalian memilihnya. Kalian pilih tergoda atau nggak tergoda? It’s up to you.  Btw, kok jadi ceramah ya.  Ignore paragraf ini.

Lanjut. View full article »

Renungan

Assalamu’alaikum 🙂

Pagi ini hati gue dihanyutkan oleh sepenggal note dari temen gue di facebook. Gue lupa kapan dia ngetag ke gue. Yang gue inget, notification tentang itu gue abaikan. Gak langsung gue buka karena gue sedang asik berbalas komentar dengan temen-temen gue yang lain. Entah kenapa tadi pagi, selesai nonton larva, kartun tergeje sepanjang masa, tiba-tiba gue iseng bongkar-bongkar profil facebook gue. Terbacalah akhirnya note itu. Note yang membawa gue melihat kebawah. Note yang mengingatkan gue betapa pentingnya bersyukur. View full article »

Cinta dikala Senja

woman-silhouetteLangit gelap seperti berterus terang akan hadirnya hujan. Angin berhembus cepat dan kencang lebih dari biasanya. Aku mepercepat langkahku menuju cafe di seberang kantorku. Beruntung, hujan turun tepat saat aku tiba di depan pintu cafe langgananku ini. Ya, aku memang sering menghabiskan senjaku disini. Hampir setiap selesai bekerja aku datang kesini, awalnya hanya untuk minum kopi sambil menunggu lalu lintas sepi dari kemacetan. Maklumlah, sebagai salah satu kota besar, Surabaya memang selalu macet pada jam pulang kantor. Selain minum kopi, tak jarang pula aku menulis disini untuk aku posting di blog. Suasananya yang nyaman dan dekorasinya yang indah membuat inspirasi gampang sekali kutemukan disini.

Oh iya, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Raka, 26 tahun bekerja sebagai karyawan salah satu bank swasta di Surabaya. Cafe ini adalah tempat favoritku sejak aku pindah ke kota ini untuk bekerja. Kira-kira setahun lalu. Aku selalu mengambil tempat di pojok yang menghadap ke jendela sambil melihat-lihat pemandangan jalanan kota metropolitan Surabaya. Melihat orang yang lalu lalang. Memperhatikan baju mereka atau tingkah mereka. Terkadang aku juga melihat sepasang kekasih bertengkar atau bermesraan.

Namun, hari ini lain. View full article »